Senin, 30 Januari 2012

BAGIAN LIMA


PENDEKATAN

Waktu terus berputar, hari pun berlalu, fatih senang dengan keadaannya sekarang, setiap langkah terngiang suara indah membisik ditelinganya mengganggu pikirannya terbawa angan, terbuai asmara. Terkadang ia tersenyum polos melemahkan sekujur tubuh berkelana menata bayang semu, melambai tangan meski tak ada yang menyapa…. 

Sungguh cinta begitu dekat dari hidupku….
sungguh rindu membuatku hayut dalam asmara…
sungguh cinta begitu hangat dalam jiwa…
sungguh rindu meratapi kesendirianku…..
sungguh cinta menggrogoti hatiku…..
sungguh rindu meresap dalam fikiranku….
sungguh kamu, kamu, kamu telah meracuni jiwa dan ragaku….
sungguh Engkau ya Allah memberiku cinta dan rindu dalam siang malamku…
maka jangan hapuskan rasa itu dariku…..
rasa cinta dan rindu yang Kau titipkan dari dia untukku…..



Fatih membangun impian dalam hidup untuk dia (Desi) dalam syair ketergantungan….
Raut muka berseri-seri terus mewarnai dirinya, fatih melangkah menuju tempat perkumpulan yang telah menjadi rutinitasnya sebagai reporter….
dimana reporter harus mengedit dan mengolah berita yang telah didapatkan, sebagai pemula fatih tak mahir dalam mengolah bahasa berita, oleh karena itu perlu dampingan dari senior… kebetulan hari itu Desi tidak ada jadwal siaran sehingga fatih dapat didampingi oleh desi untuk menulis berita….
          ==fatih membuka pembicaraan dengan menanyakan tentang dunia keradioan…



Mba’…  dunia radio itu seperti apa?
radio itu sama halnya seperti televisi yang merupakan bagian dari jurnalistik, sebagai media penyiaran, namun beda radio sama televise itu adalah dari segi khalayak pendengar yang tergantung dari frequensi daerah saja, dan radio itu identik dengan music….
owh… gtu ya mba’…
satu lagi, berita radio bersifat sekilas dan langsung, jadi bahasa yang digunakan dalam berita radio itu adalah bahasa yang mudah dimengerti oleh khalayak, ow ya satu lagi….
apa lagi mba’ (penasaran)
jangan panggil aq mba’ panggil aja desy,,,, okey…..
owwwwww….. iyyy mba’ desy…. Upsss….. desy…..
desy tesenyum… melihat keluguan dari tingkah fatih….
fatih melanjutkan ketikannya….
sambil meneliliti desy menegur fatih…..

fat…. Dalam berita radio tidak boleh menggunakan kata “seharusnya, semestinya, seandainya” tulisanmu yang ini diganti “oleh karena itu”…
iy mba’…etzzz…  iy des…

Nah…. Itu kan lebih enak kalau nanti disiarkan….
terima kasih mba’…. (Upz…. Des….) “Lagi-lagi aku salah menyebut” fatih menggumam….
ya sudah aq tinggal dulu…
iya des…… hmmmm…….”Alhamdulillah kali ini benar”….. hee….

Melalui percakapan sederhana, mengungkapakan bahwa fatih menaruh hati pada seniornya yang berbibir tipis merah merona bagai mawar yang baru merekah… 


***
Fatih tak menghiraukan percakapan orang-orang yang ada di warung BuRjo (bubur kacang ijo)… yang dia dengar hanyalah percakapannya bersama desy di studio batik fm kemarin….
Mengapa hati ini resah tanpa arah, yang aku rasakan dan terfikirkan di benakku hanyalah dia,.. apakah mungkin aku mendapatkan dia sebagai kekasihku… bagaimana bisa aku menaruh hati padanya, padahal aku baru mengenalnya,… ‘itupun’… arrrggghhhh… kok aku malah memikirkannya… aku tak ingin terbawa hati ini lebih dalam… aku takut bila aku tak bisa mendapatkannya… 

….mas… mas… mas…
mas ini pesenannya udah….
iy… iy mas… makasih…
minumnya apa mas….
es the ajj….


hmmm… mendingan makan ajj lah… supaya tenang pikiranku…


***

By.
Miftah Ranggaloa….




…….Bersambung…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar